Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Nafa Urbach Cicipi Kuliner Peken Lepen

Ahad 10 Feb 2019 21:59 WIB

Red: Indira Rezkisari

Nafa Urbach

Nafa Urbach

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Peken Lepen merupakan pasar tiban tradisional Temanggung, Jateng.

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Artis ibu kota yang juga calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Nasdem Nafa Urbach menyantap beberapa makanan tradisional saat mengunjungi Peken Lepen di desa wisata Traji, Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Nafa berkeliling pasar sekitar 30 menit dan mencoba menyantap beberapa menu tradisional.

"Tadi saya makan gudeg, es dawet, ketan kinco, lan sikil krowak. Semuanya enak," katanya di Temanggung, Ahad (10/2).

Peken Lepen merupakan pasar tiban tradisional diresmikan pada 22 Desember 2018, buka pada tiap Minggu Paing dan Minggu Legi dalam penanggalan Jawa. Menurut dia, Temanggung merupakan daerah yang mempunyai beberapa 'pasar tiban' dengan menu kuliner tradisional yang rasanya enak.

"Tidak cuma pasarnya ramai, tapi juga banyak jajanan tradisional yang rasanya benar-benar enak. Itu akan menarik para pengunjung untuk datang," katanya.

Ia berharap akan muncul pasar tiban tradisional lain, yang mempunyai konsep dan keunikan masing-masing serta menawarkan menu tradisional dan menu-menu berbeda. "Selain itu ada sajian pentas seni budaya, hal itu perlu dikembangkan dan diikutsertakan," kata perempuan kelahiran Magelang ini.

Selama kedatangannya di Peken Lepen, tampak beberapa orang dari jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Temanggung dan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Parakan yang mengawasi pergerakan Nafa.

Selama berada di Peken Lepen, Nafa bersama rombongan tidak mengenakan atribut partai, tidak menyebar bahan kampanye, dan tidak mengajak pengunjung untuk memilihnya. "Pantauan di lapangan, sementara tidak ada temuan indikasi pelanggaran," kata Panwascam Parakan M. Munhamir.

Peken Lepen merupakan pasar tiban yang dikelola oleh para pemuda Desa Traji serta di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirto Utomo. Di lahan dengan luas sekitar 4.000 meter persegi itu, setidaknya terdapat 38 pedangang, yang menjajakan menu tradisional dan dolanan serta kerajinan tradisional.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA