Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Pekan Depan Kate Middleton akan Tampil Perdana di Publik

Selasa 03 Oct 2017 17:28 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Duchess of Cambridge, Kate Middleton

Duchess of Cambridge, Kate Middleton

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kate Middleton tetap rendah hati sejak mengumumkan kehamilan ketiganya pada awal September. Duchess of Cambridge kembali menderita hyperemesis gravidarum, bentuk parah morning sickness yang ia derita sepanjang masa kehamilan anak pertama dan kedua, Pangeran George dan Putri Charlotte.

Hal ini menyebabkan Middleton benar-benar terbaring selama beberapa minggu terakhir. Bahkan ia harus kehilangan hari sekolah pertama Prince George.

Namun, tampaknya Duchess merasa sedikit lebih baik karena Kensington Palace mengumumkan bahwa dia akan bergabung dengan suaminya, Pangeran William, dan ipar laki-laki, Pangeran Harry, untuk resepsi merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober.

Seperti dilansir dari laman Travel and Leisure, acara yang akan berlangsung di Istana Buckingham, akan merayakan semua yang bekerja di sektor kesehatan masyarakat. Trio bangsawan akan bergabung dengan para pemimpin dari beberapa organisasi kesehatan mental dari seluruh negeri. Acara ini juga akan memberi mereka kesempatan kesehatan mental untuk mendiskusikan pekerjaan mereka yang sangat penting serta mendiskusikan di mana masih ada kemajuan yang harus dicapai.

Tiga bangsawan tersebut telah lama terlibat dalam amal kesehatan mental dan menjadikannya platform pilihan mereka. Bahkan melalui penyakitnya, Middleton menunjukkan betapa pentingnya pekerjaan baginya dengan tampil dalam video atau Anna Freud National Centre for Children and Families, sebuah amal yang dia rancang untuknya, hanya beberapa hari setelah mengumumkan kehamilan dan penyakitnya.

Dalam klip tersebut, Duchess memperkenalkan sebuah video penjelasan tentang kesehatan mental yang mengatakan, "Ini membantu kita semua untuk membicarakan kesehatan mental kita: apa yang harus dikatakan dan siapa yang harus diajak bicara saat kita memiliki perasaan yang terlalu besar untuk dikelola sendiri dan bagaimana untuk mendengarkan dan membantu jika salah satu teman kita menemukan hal-hal yang sulit."

Middleton menambahkan terkadang hanya percakapan sederhana yang bisa membuat segalanya menjadi lebih baik.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA