Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Iklan Junk Food di Transportasi Publik di London Dilarang

Ahad 13 Mei 2018 14:28 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Esthi Maharani

Obesitas

Obesitas

London tercatat sebagai kota dengan angka obesitas anak tertinggi di Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Pemerintah Kota London akan melarang iklan junk food di seluruh jaringan transportasi publik. Kebijakan ini diambil Wali Kota London Sadiq Khan demi menekan angka obesitas pada anak-anak. Dilansir dari Reuters, London tercatat sebagai kota dengan angka obesitas anak tertinggi di Eropa. Parlemen Inggris mencatat hampir 40 persen anak-anak berusia 10 hingga 11 tahun di London mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

"Obesitas anak di London adalah bom waktu yang terus berjalan dan aku mengambil keputusan. Jika kita tidak mengambil langkah tegas untuk melawan maka artinya kita tidak melakukan hal baik bagi generasi muda sebagaimana kita memberikan penekanan pada layanan kesehatan," kata Khan pada Jumat (11/5).

Pelarangan ini akan menyasar ritel-ritel yang memproduksi makanan tinggi lemak, gula, atau garam seperti McDonald's. Selama ini McDonald's berupaya menentang persepsi bahwa pihaknya mendukung konsumsi makanan tidak sehat kepada anak-anak. Sebelumnya pada 2011, perusahaan yang identik dengan warna merah dan kuning ini memenangkan gugatan di pengadilan Amerika Serikat (AS). sehingga, McD berhak melanjutkan program pemberian mainan di paket Happy Meals.

Coca Cola dan Pepsi sebagai bagian dari The American Beverage Association, menghadapi kondisi yang sama karena AS mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan tubuh dari minuman yang mengandung pemanis.

Selama 2016-2017, iklan makanan dan minuman berkontribusi hingga 20 juta poundsterling terhadap pemasukan kota London. Di sisi lain, The National Centre for Social Research and Cancer Research UK menemukan bahwa iklan makanan yang tidak sehat, terutama yang menyasar anak-anak, memengaruhi pilihan anak dan keluarga ketika memilih makanan dan minuman.

"Aku ingin mengurangi pengaruh dan tekanan yang bisa menggiring anak-anak dan keluarganya memilih makanan tidak sehat. Pemerintah harus turun tangan dalam mengurangi angka obesitas pada anak-anak," jelas Khan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA