Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Angelina Jolie Kunjungi Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Selasa 05 Feb 2019 09:05 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ani Nursalikah

Angelina Jolie.

Angelina Jolie.

Foto: AP
Jolie merupakan utusan khusus badan pengungsi PBB, UNHCR.

REPUBLIKA.CO.ID, COX'S BAZAR -- Bintang Hollywood, Angelina Jolie mengunjungi sebuah kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh, Senin (4/2). Kedatangannya itu jelang permohonan baru PBB terhadap hampir satu miliar dolar AS untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

Setelah tiba di negara Asia Selatan itu, Jolie yang merupakan utusan khusus badan pengungsi PBB, UNHCR langsung pergi ke sebuah kamp di Teknaf dekat perbatasan Myanmar. Tujuannya berbicara dengan beberapa orang dari total 720 ribu Muslim yang melarikan diri dari tindakan militer di negara tetangga pada Agustus 2017

Dikutip di Channel News Asia, Wakil Kepala Polisi distrik Cox Bazar Ikbal Hossain mengatakan, Jolie akan mengunjungi lebih banyak kamp keesokan harinya, Selasa (5/2). "Jolie berada di Bangladesh untuk menilai kebutuhan kemanusiaan terhadap satu juta pengungsi Rohingya di kamp-kamp yang ada di sekitar kota Cox's Bazar," ucap Hossain, Senin (4/2).

Berdasarkan pernyataan UNHCR, Jolie akan mengakhiri kunjungannya dengan bertemu Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Menteri Luar Negeri AK Abdul Momen, dan pejabat senior lainnya di Dhaka. Dalam pertemuan itu rencananya akan fokus pada bagaimana UNHCR dapat membantu upaya Bangladesh untuk Rohingya. Selain itu, juga membahas kebutuhan terhadap solusi berkelanjutan untuk menyelesaikan polemik minoritas yang teraniaya.

PBB pun akan segera mengeluarkan seruan internasional baru terhadap 920 juta Dolar AS untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi Rohingya dan masyarakat yang menampung mereka. Jolie sebelumnya telah bertemu dengan para pengungsi Rohingya saat berada di Myanmar pada Juli 2015 dan di India pada 2006.

Bangladesh terguncang sejak lebih dari 730 ribu pengungsi Rohingya dari Myanmar tiba pada bulan Agustus 2017. Lebih dari 620 ribu umat Muslim itu tinggal di kamp Kutupalong. Sebuah tempat pengungsian terbesar di dunia. Sampai saat ini sudah ada sekitar 300 ribu kamp

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA