Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Penyanyi Joss Stone Keluyuran di Korea Utara

Kamis 14 Mar 2019 17:25 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Reiny Dwinanda

Penyanyi asal Inggris, Joss Stone

Penyanyi asal Inggris, Joss Stone

Foto: BBC
Penyanyi Joss Stone menggelar tur dunianya di Suriah dan Korea Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Langkah Joss Stone akhirnya sampai ke Korea Utara. Sebelumnya, penyanyi, pengarang lagu, dan aktris asal Inggris itu tampil di Suriah.

Stone yang terkenal setelah mencetak multi platinum album, The Soul Sessions (2013) itu tertangkap kamera sedang bernyanyi di sebuah bar di Ibu Kota Pyongyang. Dia juga keluyuran ke berbagai tempat di sekitar kota.

Stone mengumumkan kunjungan tersebut merupakan bagian dari Total World Tour-nya yang telah membuatnya tampil di Suriah. Dia menulis di Instagram bahwa dia telah mempelajari lagu Korea untuk perjalanan itu.

"Saya mempelajari lagu yang disebut "Arirang" yang tampaknya adalah lagu nasional Korea secara keseluruhan, itu bagus," tulisnya seperti dilansir BBC, Kamis (14/3).

Dia merujuk pada "Arirang", sebuah lagu rakyat Korea yang di masa lalu dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya Tak Berwujud Unesco oleh Korea Selatan dan Korea Utara. Stone mengatakan bahwa Simon Cockerell, yang menjalankan perjalanan Koryo Tours ke negara terpencil, membantunya masuk ke Korea Utara.

Stone juga bertemu dengan duta besar Inggris untuk Korea Utara, Colin Crooks.

"Luar biasa bertemu @JossStone malam ini di #Pyongyang dan melihat penampilannya," Crooks mencicit di Twitter.

Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan anjuran yang melarang orang Amerika mengunjungi Korea Utara karena risiko serius penangkapan dan penahanan jangka panjang warga negara AS. Warga Inggris tidak dilarang dari negara itu, tetapi Kantor Luar Negeri Inggris menyarankan tidak bepergian ke Korea Utara, kecuali demi perjalanan penting.

Orang Inggris juga telah diperingatkan bahwa mereka harus mengikuti saran kelompok wisatanya. Pelanggaran disebut dapat membahayakan keselamatan pribadi mereka.

Perjalanan ke negara tertutup itu merupakan bagian dari upaya Stone untuk tampil di setiap negara di dunia. Awal bulan ini, penyanyi itu melintasi perbatasan ke Suriah, sebelum menuju Irak.

"Agak menakutkan melintasi perbatasan karena tentu saja kami sama sekali tidak tahu apa yang mungkin terjadi. Kami hanya harus mempercayai orang-orang di lapangan yang menasihati kami dan menjaga kami," tulisnya di Instagram.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA