Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Duke of Sussex Disangka Bukanlah Pangeran Harry yang Asli

Jumat 22 Mar 2019 15:47 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Pangeran Harry.

Pangeran Harry.

Foto: EPA
Seorang balita menyangka sosok yang mengobrol dengannya bukanlah Pangeran Harry.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pangeran Harry berkesempatan mengunjungi murid-murid dari Sekolah Dasar Katolik St. Vincent, London, Rabu lalu. Di sana, Duke of Sussex sempat bertegur sapa dengan pengelola sekolah dan tentunya sejumlah murid.

Baca Juga

Namun, ada salah satu murid yang dikabarkan memberikan pertanyaan menggemaskan. Dia menanyakan, "kapan Pangeran Harry yang asli akan tiba?" 

Pertanyaan tersebut datang dari bocah laki-laki berusia empat tahun bernama Emmanuel Osei. Murid di sekolah dasar setempat memang berusia mulai dari empat tahun.

Ketika Pangeran Harry mendekati Emmanuel, bocah lelaki itu bertanya, "Kapan Pangeran Harry datang?"

Mendengar pertanyaan tersebut, Pangeran Harry menjelaskan dialah sosok itu. Seorang asisten pengajar bernama Philomena Frattura menceritakan, Emmanuel tidak masih yakin pria di hadapannya betul-betul Pangeran Harry.

"Tapi aku Pangeran Harry," jawab Pangeran Harry tengah menanti kelahiran anak pertama bersama istrinya, Duchess of Sussex Meghan Markle.

"Kapan Pangeran Harry yang sebenarnya datang?" Bocah itu menegaskan pertanyaannya.

"Aku Harry yang asli. Saya baru saja memotong rambut sebelum datang ke sini," jelas Harry agar Emmanuel menyadari perbedaan penampilannya.

Akhirnya, Emmanuel tampak yakin. Menurut majalah People seperti dilansir Fox News, Jumat (22/3), bocah tersebut mengira Pangeran Harry bukanlah seperti yang dia duga.

Anak-anak boleh jadi berpikir jika seorang pangeran, raja, dan ratu selalu mengenakan mahkota. "Mereka pikir seorang pangeran harus memiliki mahkota," kata Diane Redmond, seorang mentor belajar di sekolah.

Menurut dia, ini bukan pertama kalinya Harry harus meyakinkan orang yang tidak percaya seperti Emmanuel tadi. Bisa jadi gambaran seorang anggota kerajaan di mata anak-anak adalah seperti yang ada di dunia dongeng.

Pangeran Harry bahkan mengaku kerap melihat raut kecewa pada anak-anak yang mungkin memang berimajinasi anggota kerajaan mesti berpakaian mengenakan jubah atau mahkota.

"Setiap kali saya bertemu dengan anak-anak dan mereka telah diberi tahu bahwa seorang pangeran kehidupan nyata akan datang, kekecewaan di wajah mereka terlihat ketika mereka melihat saya tanpa mahkota atau jubah," kata Harry melalui publikasi pada 2016.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA