Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Zachary Levi Si Shazam Alami Masa Muda yang Sulit

Ahad 07 Apr 2019 09:35 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Zachary Levi dalam film Shazam!.

Zachary Levi dalam film Shazam!.

Foto: Warner Bros
Zachary Levi mengaku pernah terpikir untuk mengakhiri hidup di masa mudanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Zachary Levi mengungkapkan masa mudanya sangat sulit. Pemain Shazam! itu pernah mengalami depresi dan kecemasan yang sangat parah.

"Saya sampai di suatu momen dalam hidup saya di mana saya secara sadar tidak ingin hidup lagi. Saya berada dalam kegelapan seperti itu," katanya seperti dilansir AceShowbiz, Ahad (7/4).

Levi bahkan ragu bisa selamat dari periode kegelapan seperti itu seandainya tidak mencari terapi untuk mengatasi kecenderungan bunuh diri. Bintang Tangled berusia 38 tahun ini menyebut masalah kesehatan mentalnya berkembang sejak kecil.

Menurut Levi, faktor kesehatan mental sang bunda memberi pengaruh besar pada perkembangan psikologisnya. Ibunya, Susan Pugh, juga berjuang melawan trauma pribadi. "Ini terjadi antargenerasi, saya percaya sepenuhnya begitu," katanya.

Levi mendeskripsikan ibunya sebagai perempuan cantik, bersemangat, cerdas, dan luar biasa. Di lain sisi, dia mendapati sang bunda juga sangat tersiksa secara psikis.

"Dia secara psikologis melecehkan seluruh hidupnya dan karena itu aku dan saudara-saudaraku mendapat pukulan berat dari itu," ujarnya.

Levi meyakini ibunya tidak sadar kondisi psikisnya memengaruhi anak-anaknya. Ia tahu ibunya tidak bermaksud demkian.

"Ibuku tidak tahu dia melakukan itu pada kami, kebanyakan orang tidak, pada kenyataannya, saya berpendapat bahwa semua orang yang melakukan hal buruk di dunia benar-benar tidak tahu seberapa buruk yang mereka lakukan."

Menurut Levi, setiap orang memiliki masalah, namun semua harus bisa berhenti merendahkan sesama dan berhenti merendahkan diri sendiri. "Kita harus saling mencintai, kita harus sabar dan baik hati, memahami dan memaafkan, karena itulah cara kita semua kembali ke dunia yang lebih baik."

Pengalaman itu telah mengilhami Levi untuk berbicara secara terbuka tentang kesehatan mental dan perawatannya. Ia ingin orang lain selamat dari jurang depresi.

"Saya pikir kesehatan mental adalah hal terpenting yang harus kita bicarakan, secara terbuka," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA