Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Mendiang Aretha Franklin Dianugerahi Penghargaan Pulitzer

Rabu 17 Apr 2019 16:42 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Aretha Franklin.

Aretha Franklin.

Foto: AP
Aretha Franklin menjadi perempuan pertama yang raih Pulitzer Prize Special Citation.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendiang penyanyi yang juga penulis lagu asal Amerika Serikat, Aretha Franklin, dianugerahi penghargaan Pulitzer. Penyanyi yang meninggal pada 16 Agustus 2018 itu mendapatkan penghargaan Pulitzer Prize Special Citation yang diberikan pada Senin (15/4) lalu.

Dilansir di Page Six, Rabu (17/4),  anugerah itu menjadikan Franklin sebagai perempuan pertama yang mendapatkan hadiah Pullitzer Prize Special Citation sejak penghargaan tersebut pertama kali diberikan pada 1930.

“Penghargaan itu diberikan kepada Franklin yang meninggal karena kanker pankreas atas  kontribusinya yang tak terhapuskan untuk musik dan budaya Amerika selama lebih dari lima dekade,” demikian pernyataan Dewan Penghargaan Pulitzer.

Musisi yang meninggal pada usia 76 tahun itu adalah wanita pertama yang dilantik ke Rock and Roll Hall of Fame ketika ia memasuki organisasi bergengsi itu pada 1987.

Selain itu, Dewan Pulitzer juga pernah memberikan Pulitzer Prize Special Citation pada  2010 kepada Hank Williams, seorang legenda musik country. Williams meninggal pada 1953 silam.

Dari dunia seni, penerima lain yang pernah dianugerahi penghargaan ini, antara lain Duke Ellington, Bob Dylan, John Coltrane, Biksu Thelonious, George Gershwin, Ray Bradbury , William Schuman, Milton Babbitt, Scott Joplin, Roger Sessions, Richard Rodgers, dan Oscar Hammerstein II.

Sebelumnya, Dewan Pulitzer memberikan hanya sebanyak 41 penghargaan sejak 1930. Pemenangnya pun bervariasi dari perorangan hingga organisasi dan kelompok, termasuk New York Times, penulis EB White, Alex Haley, Kenneth Roberts, dan Universitas Columbia dan Sekolah Pascasarjana Jurnalistiknya. Franklin dan surat kabar Capital Gazette menerima penghargaan Pulitzer Prize Special Citation pada 2019 ini.

“Aretha diberkati dan sangat disukai meskipun dia telah meninggal dunia. Dia terus menerima beberapa penghargaan yang bisa dibayangkan dan sekarang untuk mendapatkan Hadiah Pulitzer, itu luar biasa,,” ujar keponakan Franklin, Sabrina Owens, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, pada Senin.

“Aretha terus memberkati kita dengan musiknya dan hanya membuka jalan bagi perempuan untuk maju. Sangat mendebarkan. Dia akan sangat bahagia sekarang,” ungkap Owens.

Ketika Owens mendengar berita bahwa Franklin memenangkan Pulitzer, dia dan keluarganya merasa tak menyangka, namun juga tak terkejut. Mereka menyadari, Franklin memang sosok yang sangat melegenda.

"Dia sangat amat berbakat dan dunia masih mengakui itu," katanya.

Dimasukkannya Franklin ke dalam klub eksklusif dalam penerima penghargaan Pulitzer itu dapat menegaskan kembali dampak musiknya dan suaranya yang telah dan terus menggema. Franklin menjadi ikon budaya dan kejeniusan lagu Amerika, yang dianggap oleh banyak orang sebagai vokalis populer terbesar di masanya. 

Suaranya disebut melampaui usia, kategori, dan kehidupannya sendiri. Franklin adalah penyanyi profesional dan pianis ulung. Dia adalah sosok superstar di pertengahan usia 20-an.

Dibesarkan di Detroit, Franklin merekam ratusan lagu dan memiliki puluhan hits selama rentang setengah abad. Termasuk 20 lagu yang mencapai nomor satu di tangga lagu R&B.

Dia melahirkan sejumlah karya yang diserukan dalam lagu "Respect”. Dia mengirimkan pesan dalam rangka  gerakan feminis dan hak-hak sipil dalam lagu itu, yang kemudian menjadikannya salah satu lagu yang paling dikenal dan didengar sepanjang masa.

Franklin menjual jutaan album dan memenangkan banyak penghargaan, termasuk Grammy ke-18. Lalu, dia juga pernah memenangkan National Medal of Arts dan Presidential Medal of Freedom yang merupakan kehormatan sipil tertinggi bangsa.

Dia sempat tampil di pelantikan Presiden Barack Obama, Bill Clinton, dan Jimmy Carter. Dia juga bahkan sempat menyumbang suara di pemakaman meninggalnya seorang perintis hak-hak sipil AS, Rosa Parks dan pada penahbisan peringatan Martin Luther King Jr.

Rolling Stones pun menempatkan Franklin pada deretan nomor 1 dalam daftar 100 penyanyi terbaiknya. Franklin juga dinobatkan sebagai salah satu dari 20 penghibur paling penting di abad ke-20 oleh majalah Time.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA