Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Jumat, 19 Ramadhan 1440 / 24 Mei 2019

Meghan Markle Mungkin Juga Pertimbangkan Pengasuh Laki-Laki

Senin 22 Apr 2019 17:26 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Meghan Markle.

Meghan Markle.

Foto: AP
Tren menggunakan jasa pengasuh laki-laki tumbuh beberapa tahun terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Meghan Markle dan Pangeran Harry bisa melanggar tradisi kerajaan sekali lagi jika memilih pengasuh sendiri untuk bayi dalam keluarga kerajaan mereka. Mereka bisa saja mempertimbangkan untuk menggunakan jasa pengasuh laki-laki untuk mengasuh anak pertamanya yang akan lahir pada musim semi ini.

Dilansir Fox News, Sabtu (20/4), Sarajane Ambrose sebagai pendiri Imperial Nannies, agen pengasuh anak terkemuka di London yang telah lama memiliki pengalaman mengasuh bayi keluarga kerajaan, mengatakan, pasangan itu juga dapat mempertimbangkan untuk mencari pengasuh pria untuk bayinya. Menurut Ambrose, tren memilih pengasuh laki-laki (manny) sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu.

"Tapi yang penting adalah kecocokan," kata Ambrose kepada majalah People, Jumat lalu.

Menurut dia, pengasuh yang pantas adalah seorang yang profesional, bijaksana, dan melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dia juga harus bersiap untuk tidak hanya berbicara kepada siapa pun tentang pengalamannya di sana.

"Mereka akan sangat sibuk sepanjang waktu dan itu dapat mengisolasi juga,” kata Ambrose.

Ambrose, yang telah bekerja dengan anggota keluarga kerajaan Inggris serta bangsawan Eropa lainnya, tidak berkomentar kepada majalah People soal kemungkinan Markle dan Harry akan menggunakan agen seperti miliknya. Dia juga mengatakan, agennya hanya memiliki 10 persen pengasuh laki-laki. Namun, dia menyebut mantan aktris Amerika itu telah memiliki daftar itu.

“Duchess of Sussex mengetahui semua opsi yang berbeda, dia tahu apa yang dia lakukan, dia melakukan penelitian dan dia tahu persis apa yang dia cari. Dia sangat mendunia dan dia memiliki jaringan pertemanan yang besar, banyak di antaranya telah memiliki anak, jadi saya pikir dia akan ditawari banyak dan banyak nasihat - terserah padanya nasihat mana yang dia ambil,” kata Ambrose.

Ambrose mencatat banyak orang Amerika cenderung mendukung pengasuh Inggris mungkin karena faktor perilaku mereka. Akan tetapi, sepertinya Markle memiliki ide lain dalam benaknya.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Vanity Fair melaporkan Markle mengatakan kepada teman-temannya mengenai cara pengasuhannya kepada anaknya nanti. Dia menginginkan adanya pendekatan secara gender ketika membesarkan anaknya.

“Meghan telah berbicara dengan beberapa temannya tentang kelahiran dan bagaimana dia dan Harry berencana untuk membesarkan bayi mereka. Kata persisnya adalah 'cair’. Dia mengatakan mereka berencana untuk membesarkan anak mereka dengan pendekatan yang lancar terhadap gender dan mereka tidak akan memaksakan stereotipe apa pun,” kata seorang sumber kepada majalah itu.

Istana Kensington baru-baru ini mengumumkan bahwa Markle dan Harry sedang sangat waspada dan menanti kelahiran anak sulung mereka. "Duke dan Duchess of Sussex sangat berterima kasih atas niat baik yang telah mereka terima dari orang-orang di seluruh Inggris dan di seluruh dunia ketika mereka bersiap untuk menyambut bayinya," kata istana dalam sebuah pernyataan.

“Yang Mulia telah mengambil keputusan pribadi untuk merahasiakan rencana kelahiran bayi mereka. Duke dan Duchess berharap dapat berbagi berita menarik dengan semua orang begitu mereka memiliki kesempatan untuk merayakan secara pribadi sebagai keluarga baru,” lanjutnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA