Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Obsesi Rumah Burung Alex Abbad

Rabu 15 May 2019 15:42 WIB

Red: Indira Rezkisari

Alex Abbad

Alex Abbad

Foto: Instagram
Alex Abbad ingin melestarikan burung lewat rumah burung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain sibuk berakting dan menghadiri banyak acara, aktor Alex Abbad juga tengah giat melakukan hal lain untuk mewujudkan impiannya dengan membuat rumah burung. Kenapa rumah burung?

"Impian saya adalah supaya burung-burung itu tidak dipenjarakan. Karena kita biasa berpikir itu adalah salah satu tempat untuk membesarkan mereka. Jadi saya buat sarang burungnya enggak pakai tutup jadi mereka bisa datang dan pergi," kata Alex saat berbincang di Jakarta.

Pemain My Stupid Boss itu, membuat rumah burung menggunakan kayu bekas dan didesain agar bisa diletakkan di pohon. Rumah burung juga dilengkapi tempat menaruh biji-bijian.

Menurut Alex, seiring dengan bertambahnya penduduk dan pembangunan tempat tinggal, burung-burung kehilangan tempat tinggal alami mereka di pepohonan

"Biasanya tinggal di pohon sekarang harus mengisi bagian-bagian gedung atau genteng. Jadi, paling tidak kita tidak mengurung mereka lagi. Menurut saya ada baiknya kita membuat mereka kembali menjadi bagian dari ekosistem," tutur Alex.

"Itu adalah impian saya, bukan bikin sarang burungnya tapi bikin sarang burung adalah salah satu caranya. Kita bagi tempat dan kita bagi makanannya," katanya.

Alex mengaku selalu membawa rumah burung buatannya ke mana pun dia pergi. Dia juga tidak ragu untuk memberikannya secara cuma-cuma jika ada seseorang yang dianggapnya pantas untuk merawat burung.

"Kalau saya pergi ke luar kota atau luar negeri, saya bawa. Nanti saya kasih teman saya yang saya pikir bisa jaga burungnya. Jadi saya kasih, terus nanti mereka yang kasih makan burungnya. Jadi ke mana-mana saya bawa," ujarnya.

Tempat burung yang diberi nama "Hinggap" itu dijual dengan harga mulai dari Rp 175 ribu-Rp 350 ribu. Menurut Alex dengan semakin banyak yang membeli, maka dia bisa memproduksi lebih banyak lagi.

"Saya jual supaya bisa bikin lagi. Saya pakainya kayu limbah dari sisa-sisa kayu yang tidak terpakai jadi saya nunggu sisa. Saya tidak mau menebang pohon atau beli kayu baru," kata pemain Buffalo Boys itu.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA