Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Piala Citra 2018 Jadi Malam Milik 'Marlina'

Senin 10 Dec 2018 00:30 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Endro Yuwanto

Festival Film Indonesia (FFI) kembali menyelenggarakan malam anugerah Piala Citra 2018 pada Ahad (9/12). Ketua Komite FFI Lukman Sardi mengatakan tahun ini Piala Citra mengambil pemenang dari 22 kategori dari berbagai bidang perfilman. 

Festival Film Indonesia (FFI) kembali menyelenggarakan malam anugerah Piala Citra 2018 pada Ahad (9/12). Ketua Komite FFI Lukman Sardi mengatakan tahun ini Piala Citra mengambil pemenang dari 22 kategori dari berbagai bidang perfilman. 

Foto: Republika/Christiyaningsih
Film yang dibintangi Marsha Timothy ini memboyong 10 piala dari 22 kategori nominasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malam penganugerahan Piala Citra 2018 pada Ahad (9/12) menjadi malam istimewa bagi film "Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak". Bagaimana tidak, film yang dibintangi oleh Marsha Timothy tersebut berhasil memboyong 10 piala dari 22 kategori nominasi.

Film dengan latar Pulau Sumba itu menjadi jawara dalam kategori Pemeran Wanita Pendukung Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Suara Terbaik, dan Penata Musik Terbaik. Film Marlina juga meraih piala di kategori Penulis Skenario Asli Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Film Terbaik.

Sutradara sekaligus penulis skenario Mouly Surya saat ditemui usai menerima piala menyatakan kebahagiaannya. "Saya sangat senang teman-teman kru mendapat apresiasi. Penghargaan ini terutama untuk kru karena mereka bisa diapresiasi secara personal," ujar Mouly pada Ahad (9/12) di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Di malam penganugerahan ini seluruh aktor dan aktris pendukung film "Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak" turut hadir. Di antaranya adalah Dea Panendra yang berhasil menjadi pemenang di kategori Pemeran Wanita Pendukung Terbaik. "Senang semua perjuangan yang kami lakukan bareng-bareng dihargai. Usaha belajar bahasa Sumba terbayar dengan penghargaan ini," jelas Dea.

Bagi Marsha Timothy, perannya sebagai Marlina dinilainya merupakan tokoh yang paling unik di antara semua karakter yang pernah dimainkannya. "Semua peran saya anggap serius dan menantang untuk menjadi karakter baru yang believeable di mata penonton," ujar peraih predikat Pemeran Utama Wanita Terbaik ini.

Menurut Rama Surya selaku produser setelah menorehkan sukses di Piala Citra, kini film Marlina tengah berjuang agar lolos sebagai nominator kategori Film Berbahasa Asing Terbaik di Oscar 2019. "Untuk bisa masuk sebagai Best Foreign di Oscar harus bersaing dengan 87 film dari berbagai negara," jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA