Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Vanesha Prescilla Banyak Menangis di Film Dilan 1991

Kamis 17 Jan 2019 18:06 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Pemeran film Dilan 1991 Vanesha Prescilla (kiri) dan Iqbal Ramadhan (kanan) berpose saat peluncuran Trailer Film Dilan 1991 di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Pemeran film Dilan 1991 Vanesha Prescilla (kiri) dan Iqbal Ramadhan (kanan) berpose saat peluncuran Trailer Film Dilan 1991 di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Film Dilan 1991 sangat menguras emosi Vanesha sebagai Milea.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vanesha Prescilla mengaku senang bisa menuntaskan proses syuting film Dilan 1991. Vanesha tampak teruras emosinya dalam sepanjang trailer film Dilan 1991 yang secara resmi diluncurkan hari ini.

"Alhamdulillah respons senang, terharu. Agak sedikit mengeluarkan air mata. Syutingnya enjoy banget, benar-benar masuk ke karakter Milea. Tahu benar bagaimana Milea cinta Dilan dan bagaimana sakitnya dia. Kebawa banget," ujar Vanesha, di Jakarta, Kamis (17/1).

Vanesha mengaku cerita dalam film Dilan 1991 ini lebih dalam. Ketika membaca skenarionya saja dia sudah merasa sangat sedih. "Sedihnya tuh sampai ujung tenggorokan saya, kaya tercekat pas membacanya," tambahnya.

Selama syuting dua bulan, Vanesha juga mengaku banyak menangis. Selama seminggu lebih dia menangis. Bahkan hingga tidak terhitung jumlahnya. "Di situ memang benar-benar menguras tenaga dan emosi gitu. Seminggu lebih menangis terus adegan menangisnya setiap hari ada," ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman syuting Dilan 1990 dan Dilan 1991 berbeda. Dalam film ini Dilan dan Milea menjadi kurang dekat karena banyak konflik

"Itu susah untuk membangunnya. Jadi kalau misalnya saya lagi benar-benar untuk adegan nangis, adegan lagi sebal banget sama Dilan, saya harus kasih lihat itu begitu," ujarnya.

Secara keseluruhan semua adegan syuting film Dilan 1991 ini menyenangkan buat Vanesha. "Paling menyenangkan semua rata-rata menyenangkan, sampai yang nangis-nangis juga menyenangkan. Yang susah nggak ada. Tapi ini sekaligus dua film karena waktu, benar-benar harus menahan perasaan. Shot-nya banyak juga. Harus dipertahankan nggak boleh terganggu," tambahnya.





BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA