Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 Februari 2019

Penulis NKCTHI Cari Sosok Awan untuk Film

Rabu 13 Feb 2019 00:00 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ani Nursalikah

Dari kiri ke kanan, sutradara Angga Dwimas Sasongko, penulis buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), dan produser Anggia Kharisma, Senin (11/2). Visinema Pictures akan memfilmkan buku NKCTHI.

Dari kiri ke kanan, sutradara Angga Dwimas Sasongko, penulis buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI), dan produser Anggia Kharisma, Senin (11/2). Visinema Pictures akan memfilmkan buku NKCTHI.

Foto: Republika/Shelbi Asrianti
Awan adalah sosok manusia biasa yang ada di antara kita.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam waktu dekat, buku laris Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini akan dialihwahanakan menjadi film layar lebar. Sang penulis, Marchella FP, mengaku belum terbayang mengenai pemeran untuk sang karakter utama, yaitu perempuan bernama Awan.

Baca Juga

"Belum terbayang, yang jelas dia sosok manusia biasa yang ada di antara kita. Perlu ngulik lagi karakternya karena dari buku ke film pasti sangat beda," kata Marchella pada konferensi pers di Jakarta, Senin (11/2).

Pada proyek besutan rumah produksi Visinema Pictures tersebut, Marchella didapuk sebagai penulis skenario. Sutradara Angga Dwimas Sasongko mengarahkan film bekerja sama dengan sang istri, Anggia Kharisma, selaku produser.

Marchella sepakat berkolaborasi dengan Visinema yang dianggap memiliki visi-misi serta tujuan sejalan. Sebelum ini, Visinema sukses menggarap sejumlah film seperti Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, dan Keluarga Cemara.

Mengangkat NKCTHI menjadi film layar lebar disebut Marchella memperluas jangkauan manfaatnya. Selama ini, melalui buku fisik dan media sosial Instagram saja, sudah banyak umpan balik positif dari para pembaca.

NKCTHI merupakan bentuk sastra dengan penyajian yang unik, berisi kata-kata penuh makna mendalam. Seorang perempuan bernama Awan menuliskan pesan-pesan tentang kehidupan itu untuk anak dan cucunya di masa depan.

Konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mampu memikat banyak penikmat sastra. Sejak terbit pada Oktober 2018, buku sudah 12 kali dicetak ulang. Saat kali pertama pre-order dibuka, buku ludes hanya dalam hitungan menit.

Ketika awal meriset dan proses menulis buku, Marchella tidak memiliki ekspektasi bahwa antusiasme pembaca akan demikian besar. Namun, dia yakin konten yang menyoal krisis perempat baya atau quarter life crisis itu dekat dengan banyak orang.

"Ternyata semua orang punya masalah. Setiap individu merasa hidup orang lain lebih bahagia. Mendengar cerita orang lain membuat kita tidak hanya berdiam di lingkaran kita sendiri," kata perempuan yang menulis buku Generasi 90-an itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA