Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Saturday, 15 Sya'ban 1440 / 20 April 2019

Film Ini Paling Banyak Tuai Protes di Inggris Tahun Lalu

Senin 23 Jul 2018 10:50 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Yudha Manggala P Putra

Film Logan

Film Logan

Foto: dok Marvel
Film Logan dan Atomic Blonde di antara film yang menuai protes di Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Cukup banyak film rilisan 2017 yang menuai protes dari penonton global karena dianggap kurang bagus dalam sejumlah aspek. Beberapa di antaranya adalah The Emoji Movie, The Snowman, dan Flatliners.

Namun, ada satu film sukses yang ternyata menuai protes dalam jumlah terbanyak sepanjang 2017 di Inggris. Penonton melontarkan protesnya melalui lembaga swadaya masyarakat bentukan industri film negara tersebut, British Board of Film Classification.

Pada laporan tahunan BBFC, terungkap bahwa film 2017 yang paling banyak menuai protes adalah Logan. Sebanyak 20 orang mengajukan komplain mengenai "rating 15" untuk film, yang artinya boleh ditonton oleh pemirsa 15 tahun ke atas.

Menurut para pengkritik, Logan memuat banyak adegan kekerasan yang seharusnya hanya boleh disimak penonton 18 tahun ke atas. BBFC merespons komplain itu dengan mengutip isi dalam Pedoman Klasifikasi Film yang berlaku di Inggris.

Sinema yang memuat kekerasan boleh mendapat label 15 plus asal tidak berlama-lama menampilkan rasa sakit atau menyebabkan cedera berkelanjutan. Adegan kekerasan Logan dianggap sebagai aksi dan cenderung 'tidak nyata' karena latar belakang komik dan kekuatan super karakter utama.

Film lain yang menuai keluhan adalah Atomic Blonde karena adegan kekerasan, konten seksual, dan bahasa yang dianggap buruk. Begitu pula Kingsman: The Golden Circle dengan delapan komplain karena konten seksualnya.

BBFC juga mendaftar keluhan untuk film Padmaavat, Kong: Skull Island, Alien: Covenant, Ghost in the Shell, dan film horor It. Ada total 262 komplain yang masuk sepanjang 2017, cukup sedikit dibandingkan 371 protes pada 2016, dikutip dari laman Digital Spy.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA