Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

A Private War, Kisah Sang Jurnalis Perang

Selasa 12 Mar 2019 09:46 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

A Private War

A Private War

Foto: Aviron Pictures
Tragedi, kesedihan, dan kematian terlihat nyata di A Private War.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Suara tembakan bertubi-tubi, getaran tanah akibat ledakan, serta menghadapi kondisi antara hidup dan mati menjadi hal biasa bagi wartawan yang meliput berita di medan perang. Marie Colvin (Rosamund Pike) sudah khatam mengalami semuanya.

Jurnalis AS itu merupakan andalan di media Inggris tempatnya bekerja, The Sunday Times. Dalam kondisi mendesak sekalipun, Colvin selalu membuat laporan langsung dari garis depan. Dia bertekad menunjukkan kepada dunia korban tak bersalah dari kecamuk perang.

Bukan berarti profesi tersebut tidak memberi dampak buruk bagi Colvin. Mata kirinya cacat akibat insiden di Sri Lanka. Kehidupan rumah tangganya tidak tertolong akibat terpisah jarak dan waktu. Lebih gawat lagi, Colvin mengalami stres pascatrauma.

Pada satu titik, perempuan tangguh itu merapuh. Mimpi buruk tentang suasana mengerikan di tanah konflik selalu menghantui setiap malam. Akankah Colvin menyerah pada kecemasan yang membayangi pikiran, atau tetap berjuang demi misi mulia profesinya?

Sosok Colvin dalam film drama biografi A Private War bukanlah tokoh rekaan. Sinema itu memang dibuat untuk mengenang mendiang jurnalis Marie Catherine Colvin. Dia adalah perempuan kelahiran New York, AS, yang bekerja untuk rubrik internasional media Inggris.

Film lebih banyak menyoroti kehidupan Colvin sebagai jurnalis. Para sahabatnya hanya dikisahkan sekilas. Kehidupan rumah tangga dan romansanya dengan beberapa lelaki hadir sebagai pelengkap cerita. Informasi masa kecil dan keluarganya muncul lewat dialog.

Selama 110 menit durasi, sinema untuk penonton 17 tahun ke atas ini lebih banyak berlatar lokasi perang. Film sangat informatif terkait cara kerja wartawan perang. Tragedi, kesedihan, dan adegan kematian yang meremangkan bulu kuduk terlihat begitu nyata.

Cerita tidak mengalir pada liniwaktu tertentu, tetapi memuat potongan-potongan masa kehidupan Colvin di berbagai negara lokasi perang. Cara sutradara Matthew Heineman mengemas cerita masih memikat, tetapi bisa jadi membingungkan bagi sebagian penonton.

Pada Selasa (12/3), laman ulasan film Rotten Tomatoes memberikan rating 90 persen segar berdasarkan 124 ulasan untuk A Private War. Penikmat film sudah bisa menyimaknya di bioskop Indonesia mulai 13 Maret 2019.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA