Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Festival Sinema Australia Indonesia 2019 Sambangi Lima Kota

Selasa 12 Mar 2019 11:52 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Film bioskop.

Film bioskop.

Foto: Wikimedia
Festival Sinema Australia dibuka dengan pemutaran film Ladies in Black.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) menginjak penyelenggaraan tahun keempat. Rangkaian kegiatan menayangkan film-film terbaik dari Australia dan Indonesia untuk penonton di lima kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Bandung, dan Mataram.

Baca Juga

Festival dibuka dengan pemutaran perdana Ladies in Black di Jakarta. Film berlatar tahun 1959 itu menunjukkan awal mula transformasi Australia menjadi negara multikultural. Sinema juga menyoroti isu tentang kebangkitan serta kemerdekaan perempuan dalam masyarakat.

Judul film Australia lain yang akan diputar termasuk drama keluarga Storm Boy dan film thriller fiksi ilmiah alien Occupation. Ada pula film fitur dokumenter tentang paduan suara perempuan penduduk asli Australia, The Song Keepers.

Film dokumenter tentang seniman penduduk asli Australia yang paling terkenal, GURRUMUL, juga ditampilkan pada festival. Sutradara dan penulis film dokumenter tersebut, Paul Damien Williams, dijadwalkan menghadiri festival di Jakarta dan Mataram.

Susunan film pada festival kali ini mencakup karya sineas Indonesia yang merupakan alumnus Australia. Hadir pula film Ada Apa Dengan Cinta? dan Ada Apa Dengan Cinta? 2 dari produser Mira Lesmana, yang dinobatkan sebagai Sahabat FSAI.

Penonton pun berkesempatan menonton film pemenang penghargaan karya Kamila Andini, The Seen and Unseen. Menurut Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, FSAI merupakan ajang berbagi kecintaan terhadap karya film antara Australia dan Indonesia.

"Film adalah salah satu media terbaik untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih besar tentang negara dan budaya lain. FSAI 2019 menawarkan jendela unik ke Australia kontemporer," kata Quinlan melalui pernyataan resminya.

FSAI 2019 didukung oleh Australia now ASEAN, sebuah inisiatif pemerintah Australia untuk merayakan inovasi, kreativitas, dan gaya hidup Australia di Asia Tenggara sepanjang 2019. Tiket untuk semua pemutaran film tersedia secara gratis di fsai2019.eventbrite.com.

Pemutaran film di Jakarta berlangsung pada 14-17 Maret di CGV Grand Indonesia. Penayangan lain yakni CGV Transmart Mataram (15-17 Maret 2019), CGV Daya Grand Square Makassar (22-24 Maret 2019), CGV 23 Paskal Shopping Center Bandung (23-24 Maret 2019), dan CGV Marvell City Surabaya (29-31 Maret 2019).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA