Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Friday, 19 Ramadhan 1440 / 24 May 2019

Lebih Dekat dengan Bilal Bin Rabah Lewat Film

Selasa 14 May 2019 12:55 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Bilal: A New Breed Of Hero

Bilal: A New Breed Of Hero

Foto: dok Barajoun Entertainment
Sayangnya penonton Muslim tidak mendapat gambaran utuh mengenai sosok Bilal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bilal kecil bercita-cita menjadi seorang pejuang tangguh. Impian itu kandas setelah dia dan adik perempuannya, Ghufaira, diculik dari kampung halamannya. Dengan semena-mena, mereka berdua dijual dan dijadikan budak di Kota Makkah.

Berbagai kekejaman dan ketidakadilan menerpa Bilal dan Ghufaira. Banyak orang menyepelekan, mencibir, bahkan terang-terangan menghina karena Bilal berkulit gelap. Majikan serta putranya, Umayya dan Safwan, kerap menyiksa Bilal dengan bengis.

Meski mengalami berbagai kesulitan, Bilal mulai menemukan kekuatan dari dalam diri untuk menentukan jalan hidupnya. Dia meyakini kuasa Tuhan Yang Maha Esa, menolak berhala ketamakan yang kala itu dielu-elukan banyak orang.

Kisah inspiratif sosok Bilal hadir dalam film animasi Bilal: A New Breed Of Hero. Sebagian besar cerita dalam film dibuat berdasarkan kisah nyata Bilal bin Rabah, budak asal Ethiopia yang menjadi muazin serta salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW.

Dengan durasi 109 menit, film memaparkan perjalanan hidup Bilal sejak anak-anak, remaja, hingga dewasa. Terdapat tiga aktor yang mengisi suara di fase berbeda itu, yakni Andre Robinson, Jacob Latimore, dan Adewale Akinnuoye-Agbaje.

Penonton akan terharu menyimak bagaimana Bilal menghadapi perbudakan, penindasan, serta diskriminasi yang bertubi-tubi. Film garapan rumah produksi Uni Emirat Arab, Barajoun Entertainment, ini menyuarakan kesetaraan dan persamaan hak.

Jalan hidup pria bersuara indah itu memicu perenungan tentang kemanusiaan. Walau sosok yang disoroti adalah tokoh penting dalam Islam, muatan Islam dalam film dibuat sangat samar. Agaknya, dengan tujuan untuk menjangkau penonton yang lebih luas.

Kelebihannya, hal itu membuat film tetap nyaman disimak penonton yang menganut agama berbeda. Bagaimanapun, perjuangan hak asasi memang bersifat universal. Kekurangannya, penonton Muslim tidak mendapat gambaran utuh mengenai sosok Bilal.

Selain itu, adegan perang yang cukup banyak mungkin agak menjemukan disimak. Sederet baku hantam itu bisa dirasa terlalu menegangkan bagi anak yang masih kecil sehingga perlu pendampingan dari orang tua meski tidak ada kesadisan eksplisit.

Terlepas dari itu, Bilal: A New Breed Of Hero yang tayang di bioskop CGV dan Cinemaxx mulai 15 Mei 2019 sangat menarik disimak. Penikmat film akan lebih dekat dan menaruh hormat pada sosok Bilal, sosok hebat yang pertama kali mengumandangkan azan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA