Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Abdee Slank: Bisnis Lagu Ilegal Indonesia Terparah di Dunia

Kamis 13 Sep 2012 16:51 WIB

Red: Hazliansyah

Seorang pelanggan Telkomsel sedang memanfaatkan ponselnya untuk mendengarkan lagu yang telah diunduh melalui LangitMusik HITS!.

Seorang pelanggan Telkomsel sedang memanfaatkan ponselnya untuk mendengarkan lagu yang telah diunduh melalui LangitMusik HITS!.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bisnis ilegal musik di dunia tak akan pernah mati dan terus tumbuh. Bahkan fenomena penyediaan lagu ilegal telah menjadi tren di dunia.

"Tetapi di Indonesia ini tergolong parah," ujar Abdee Slank, yang ditemui di Jakarta, Kamis.

Pengamat teknologi informasi dan penggiat "Heal Our Music", Heru Nugroho mengatakan, kerugian yang diakibatkan dari bisnis lagu ilegal mencapai Rp 12 triliun per tahun. Bahkan, lanjut Heri, dampak dari kegiatan bisnis ilegal ini telah merembet ke masalah sosial karena banyak pekerja yang menggantungkan hidup pada industri musik.

"Ada sekitar 2,6 juta jiwa yang terkena dampak sosial karena maraknya lagu ilegal. Orang-orang ini akhirnya menganggur," tegas Heru.

Untuk itu, Heru meminta pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk terus secara bersama-sama melawan praktik unduh (download) ilegal.

"Dengan memerangi pembajakan karya musik, maka industri dalam negeri, terutama para musisi bisa benar-benar ikut menikmati keuntungan dari kemajuan teknologi," kata Heru Nugroho.

Sedangkan CEO GENiD, M. Gopal Utiarrachman mengatakan, platform musik digital yang legal bisa menjadi andalan bagi industri musik untuk menutup lobang akibat kerugian maraknya musik illegal di era digital.

"Platform musik legal sudah ada berupa gudang musik digital yang berfungsi untuk monitoring dan memudahkan administrasi bagi pemilik lagu," kata Gopal.

Dikatakannya, tantangan terberat dalam memasarkan musik digital yang legal adalah melawan persepsi di masyarakat tentang internet yang identik dengan gratis.

"Apa yang di internet itu gratis, itu tidak benar. Kita harus meluruskan dari sisi hukum, hak cipta, dan lainnya. Jika semua ini sudah benar, saya optimistis industri musik akan bangkit dan menolong semua yang terlibat di dalamnya," ujar Gopal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA