Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Anggota Pussy Riot Dipindahkan ke Siberia

Selasa 05 Nov 2013 21:43 WIB

Red: Julkifli Marbun

Seorang polisi berjalan melewati bus yang akan membawa kelompok demonstran punk wanita 'Pussy Riot' menggelar demonstrasi di Moskow, Rusia, Sabtu (31/3).

Seorang polisi berjalan melewati bus yang akan membawa kelompok demonstran punk wanita 'Pussy Riot' menggelar demonstrasi di Moskow, Rusia, Sabtu (31/3).

Foto: AP/Mikhail Metzel

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Anggota kelompok band Pussy Riot Nadezhda Tolokonnikova dalam perjalanan ke penjara baru di Siberia, kata suaminya, Selasa, setelah dua minggu tidak ada kabar mengenai keberadaannya.

Tolokonnikova (23) yang menuduh adanya pelecehan di penjara sebelumnya di Rusia tengah, dalam perjalanan menuju penjara barunya di wilayah Krasnoyarsk, kata suaminya Pyotr Verzilov dalam akun twitter, yang menyebutkan bahwa informasi tersebut berasal dari sumber tepercaya.

Koloni penjara nomor 50 di kota Nizhny Ingash terletak sekitar 300 km dari pusat wilayah Krasnoyarsk, empat zona dari Moskow dan di lokasi rel kereta Rusia Trans-Siberia.

"Intinya, dia dipindah 4.500 km dari Rusia tengah ke jantung Siberia sebagai hukuman atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat surat tudingannya mengenai pelecehan," imbuh Verzilov.

Dengan hanya beberapa bulan tersisa dari masa hukuman dua tahun atas penampilannya dalam "doa punk" di gereja katedral Orthodox Rusia untuk memprotes hubungan antara gereja Orthodox dengan Kremlin, Tolokonnikova meminta dipindah dari penjara sebelumnya di Mordovia.

Ia melancarkan aksi mogok makan sebagai protes atas kondisi yang digambarkannya sebagai "pekerja budak" dan pelecehan terus menerus yang dilakukan pihak administrasi koloni. Aksi mogok makan tersebut berakhir setelah ia mulai mengalami masalah kesehatan dan dilarikan ke rumah sakit penjara.

Verzilov mengatakan ia kehilangan jejak istrinya itu sejak 22 Oktober dan mengeluh bahwa pertanyaannya mengenai keberadaan istrinya yang diajukan kepada pihak penjara Rusia hanya mendapatkan jawaban bahwa istrinya sudah dipindahkan.

Ombudsman hak asasi manusia Rusia Vladimir Lukin mengatakan, Selasa, ia sudah memperoleh jaminan bahwa Tolokonnikova berada dalam kondisi kesehatan yang bagus dan ditemani seorang dokter dalam perjalanan ke penjara baru.

"Ia makan dan mereka mengatakan kesehatannya cukup bagus," katanya kepada Interfax.

Pemindahan Tolokonnikova membuatnya benar-benar terisolasi "demi kepentingan keamanan," imbuh dia.

Dibutuhkan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu bagi otoritas penjara Rusia untuk memindahkan narapidana, biasanya dengan menggunakan kereta, dan sudah menjadi praktek standar untuk tidak memberitahukan proses pemindahan ini kepada keluarga narapidana.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA