Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Coba Diet Musik, Yuk!

Senin 17 Jun 2019 12:00 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Mendengarkan musik

Mendengarkan musik

Foto: Mentalfloss
Diet musik memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Musik memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Seorang dokter asal Inggris, Julia Jones, menyebutkan bahwa alunan nada harmonis itu bisa menjaga kebugaran otak serta mencegah demensia.

Jones merumuskan "diet musik" yang menurutnya harus diterapkan semua orang. Siapapun bisa mendengar musik di mana saja setiap hari, baik lewat ponsel atau radio. Mendengarnya sambil menyanyi atau menari juga menunjukkan efek baik.

"Dengarkan lebih banyak musik dalam hidup Anda setiap hari dan lihatlah hasilnya. Musik meningkatkan fungsi otak, mendorong lebih banyak aktivitas fisik, dan keterlibatan sosial," kata penulis buku The Music Diet itu.

Musik pun efektif mencegah penyakit degeneratif yang terkait dengan penuaan. Jones mengklaim, diet musik adalah satu-satunya diet yang membuat seseorang bahagia seumur hidup, dengan cara sederhana tanpa menyiksa tubuh.

Perempuan yang akrab disapa "Dr Rock" itu menyimpulkannya setelah lebih dari 20 tahun melakukan riset tentang efek musik terhadap atlet Olimpiade. Berdasarkan penelitian itu, musik efektif meningkatkan kemampuan olahraga atlet.

Menurut studi, musik bisa membuat otak bekerja lebih giat. Musik menantang otak memproses lagu-lagu yang belum akrab di telinga dan menciptakan memori baru untuk rujukan di masa depan. Sinkronisasi itu amat menunjang latihan olahraga.

Hasilnya, para atlet sepeda yang mendengarkan musik tercatat mengayuh lebih banyak. Terlepas dari studi Jones, sejumlah atlet top mengakui bahwa lagu favorit memberikan efek baik terhadap proses latihan mereka.

Meski musik hanya menjadi latar, otak masih memproses suara yang terdengar. Tidak menjadi masalah genre apapun yang didengarkan, karena semuanya memberi waktu latihan untuk otak sehingga tetap bekerja.

Sederet studi sudah membuktikan efek baik musik mengatasi nyeri, gangguan tidur, demensia, penyakit Parkinson, dan gangguan perkembangan otak. Musik mendorong seseorang lebih banyak menari atau olahraga sehingga tubuhnya lebih sehat.

Seseorang yang bersedih, gelisah, atau depresi pun sebaiknya lebih sering mendengarkan musik. Pasalnya, musik juga ditengarai membantu melawan kesepian, yang ditetapkan sebagai epidemi modern oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jones menganjurkan karyawan mendengarkan musik di tempat kerja untuk meningkatkan kesehatan secara umum. Dia memopulerkan gerakan "Music At Work Week", yang berlangsung 25 November sampai 1 Desember 2019.

"Musik dengan tempo cepat dapat memperbaiki suasana hati, mengalihkan kelelahan dan kebosanan. Musik meningkatkan kemampuan bahasa dan matematika, faktor penting dalam karier apa pun," ungkapnya, dikutip dari laman The Sun.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA