Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Ilmuwan Temukan Fosil Kecil Jamur Tertua di Dunia

Kamis 23 May 2019 09:21 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Nashih Nashrullah

Jamur (ilustrasi)

Jamur (ilustrasi)

Foto: Republika/Musiron
Fosil Kecil Jamur Tertua di Dunia ditemukan di hutan belantara Kutub Utara Kanada.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA – Para ilmuwan merekam fosil-fosil kecil yang ditemukan di bebatuan halus di hutan belantara Kutub Utara Kanada. Fosil-fosil tersebut diidentifikasikan sebagai sisa-sisa jamur tertua yang diketahui ada di Bumi.  

Baca Juga

Melansir Guardian edisi Kamis (24/5), organisme terkecil itu ditemukan di serpihan batu pada air dangkal di semacam batuan sedimen berbutir halus yang terletak di wilayah selatan pulau Victoria tepi Samudra Arktik. Pengujian dilakukan pada serpihan, yang terakumulasi selama jutaan tahun di sungai atau danau. 

Pengujian itu mengungkapkan, bahwa serpihan yang ditemukan terbentuk antara 900 juta hingga 1 miliar tahun lalu di tempat yang kini menjadi wilayah Barat Laut  

Zaman batu membuat jamur sudah setengah miliar tahun lebih tua dari pemegang rekor sebelumnya, yakni jamur berusia 450 juta tahun yang ditemukan di Wisconsin.  

Melalui jurnal Nature, para ilmuwan mendeskripsikan bagaimana baterai analisis kimia dan struktural mengidentifikasi organisme kuno itu sebagai ourasphaira giraldae. Spora jamur panjangnya kurang dari sepersepuluh milimeter dan terhubung satu sama lain dengan filamen yang ramping dan bercabang.  

Penelitian fosil di bawah mikroskop, para ilmuwan dapat dengan jelas melihat ciri-ciri utama jamur termasuk spora bulunya, filamen percabangan yang menghubungkan spora, dan dinding sel berlapis kembar dari fosil.   

Organisme itu sepertinya terawetkan dengan baik sehingga mereka masih membawa jejak kitin, senyawa organik yang digunakan untuk membuat dinding sel jamur. Jamur secara efektif terperangkap dalam lumpur padat yang mencegah oksigen merembes masuk dan membuat membusuk jamur.  

"Pelestariannya sangat bagus sehingga kami masih memiliki senyawa organik," kata penulis pertama pada studi di University of Liege di Belgia, Corentin Loron.

Jamur memainkan peran penting dalam ekosistem, mengurai bahan organik dan mengembalikan nutrisi ke tanah untuk membantu tanaman tumbuh. Keberadaan jamur satu miliar tahun yang lalu menunjukkan bahwa organisme meletakkan dasar bagi tanaman pertama yang menjajah tanah sekitar 470 juta tahun yang lalu.

Usia ekstrem dari jamur yang baru ditemukan diprediksi memiliki implikasi bagi sejarah kehidupan lain di Bumi.  Sebelum mereka berpisah, jamur dan hewan duduk di cabang pohon evolusi yang sama. Jika jamur telah berevolusi satu miliar tahun yang lalu, hewan primitif mungkin juga memilikinya.

"Jika ini benar-benar jamur, maka harus ada binatang di sekitarnya juga. Kami tidak membicarakan hal besar seperti dinosaurus. Itu akan menjadi sesuatu yang sangat sederhana. Mungkin bunga karang," kata Loron.

Sementara untuk spora jamur individu kecil, organisme dapat tumbuh dengan ukuran sangat besar dengan bercabang dan terhubung bersama. Salah satu spesies jamur madu di Blue Mountains di Oregon dianggap sebagai organisme hidup terbesar di dunia dengan lebar 2,4 mil.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA